Doa dalam al-Quran
Assalamualaikum..
Baiklah, saya ada mendapat satu artikel dari sebuah buku mengenai doa-doa yang terkandung dalam al-Quran,
Doa-doa ni sangat baik dan bermanfaat untuk kita amalkan bersama.
Surah yang pertama di dalam al-Qur’an, al-Fatihah, adalah pada hemat penulis, contoh bentuk sebuah doa yang amat baik berbunyi,
“Dengan nama Allah, Yang Pemurah, Yang Pengasih. Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam. Yang Pemurah, Yang Pengasih. Merajai Hari Agama (Pengadilan) . Engkau sahaja kami sembah, dan kepada Engkau sahaja kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan lurus, Jalan orang-orang yang Engkau merahmati, bukan orang-orang yang ke atas mereka dimurkai, dan bukan juga orang-orang yang sesat.” (1:1-7)
Selanjutnya disenaraikan di bawah, menurut kronologi ayat-ayat, doa-doa lain yang terdapat di dalam al-Qur’an:
Tidak menjadi orang bodoh:
“Aku berlindung pada Allah daripada aku menjadi antara orang-orang yang bodoh.” (2:67)
Doa Nabi Ibrahim ketika membina Rumah atau Kaabah:
“Wahai Pemelihara kami, terimalah ini daripada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Mendengar, Yang Mengetahui,
Wahai Pemelihara kami, buatlah kami muslim (tunduk patuh) kepada Engkau, dan daripada keturunan kami, umat yang muslim kepada Engkau; dan perlihatkanlah kepada kami peribadatan kami, dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Menerima Taubat, Yang Pengasih.
Wahai Pemelihara kami, bangkitkanlah di kalangan mereka seorang rasul, seorang daripada mereka, yang akan membacakan mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajar mereka al-Kitab dan Kebijaksanaan, dan menyucikan mereka; sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.’” (2:127-129)
Yang baik di dunia dan di akhirat:
“Wahai Pemelihara kami, berilah kami di dunia, yang baik, dan berilah kami yang baik di akhirat, dan lindungilah kami daripada azab Api.” (2:201)
Ketika bertemu musuh dalam peperangan:
“Wahai Pemelihara kami, tuangkanlah kepada kami kesabaran, dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang tidak percaya (kafir).” (2:250)
Tidak dihukum kerana terlupa atau tersilap, dan beban diringankan:
“Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau mempertanggungjawab kan kami jika kami lupa, atau membuat kesilapan.
Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau membebankan kami sebagaimana Engkau telah membebankan orang-orang yang sebelum kami.
Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau membebankan kami melebihi apa yang kami ada kekuatan untuk memikul, dan maafkanlah kami, dan ampunilah kami, dan kasihanilah kami; Engkau Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang tidak percaya (kafir).” (2:286)
Hati tidak menyimpang setelah mendapat petunjuk al-Qur’an:
“Wahai Pemelihara kami, janganlah menyimpangkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berilah kami pengasihan daripada sisi Engkau; sesungguhnya Engkaulah Yang Pemberi.
Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Engkau yang mengumpulkan manusia untuk satu hari yang padanya tiada keraguan; sesungguhnya Allah tidak memungkiri janji temu.” (3:8-9)
Memohon ampun atas kesalahan dan dilindungi daripada azab Api:
“Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami percaya; ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan lindungilah kami daripada azab Api.” (3:16)
Setelah melahirkan anak (doa ibu Mariam):
“Pemeliharaku, aku telah melahirkannya, seorang anak perempuan. Dan aku menamakan dia Mariam, dan melindungkannya kepada Engkau dengan keturunannya, daripada syaitan yang direjam.” (3:36)
Mendapatkan anak:
“Pemeliharaku, berilah aku daripada sisi Engkau satu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau mendengar doa.” (3:38)
Menjadi seorang saksi bagi Allah dan Kitab-Nya:
“Wahai Pemelihara kami, kami percaya kepada apa yang Engkau menurunkan, dan kami mengikuti rasul, maka tuliskanlah kami bersama orang-orang yang menyaksikan. ” (3:53)
Memohon ampun atas kesalahan dan yang berlebihan dalam urusan, teguhkan pendirian, dan pertolongan terhadap kaum yang tidak percaya:
“Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan apa yang membazir (berlebihan) dalam urusan kami, dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang tidak percaya.” (3:147)
Dijauhkan daripada azab Api, ampun atas kesalahan, lepas daripada kejahatan, mati sebagai orang yang taat, dan tidak diaibkan pada Hari Kiamat (doa ketika memikirkan tentang ciptaan langit dan bumi):
“Wahai Pemelihara kami, tidaklah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Engkau disanjung! Lindungilah kami daripada azab Api.
Wahai Pemelihara kami, sesiapa yang Engkau memasukkan ke Api, maka sesungguhnya Engkau mengaibkannya; dan orang-orang yang zalim tidak ada penolong-penolong.
Wahai Pemelihara kami, kami mendengar seorang pemanggil yang memanggil kami kepada keimanan, ‘Percayalah kamu kepada Pemelihara kamu.’ Dan kami percaya. Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan lepaskanlah kami daripada kejahatan-kejahatan kami, dan matikanlah kami berserta orang-orang yang taat.
Wahai Pemelihara kami, berilah kami apa yang Engkau telah menjanjikan kami pada rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau mengaibkan kami pada Hari Kiamat; sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji temu.” (3:191-194)
Doa Nabi Isa untuk diturunkan hidangan dari langit:
“Ya Allah, Pemelihara kami, turunkanlah kepada kami sebuah meja hidangan dari langit, yang akan menjadi bagi kami satu perayaan, yang pertama dan yang akhir bagi kami, dan satu ayat (tanda) daripada Engkau. Dan berilah rezeki untuk kami; Engkau yang terbaik daripada pemberi-pemberi rezeki.” (5:114)
Memohon ampun dan pengasihan Allah setelah menzalimi diri sendiri atau buat jahat:
“Wahai Pemelihara kami, kami telah menzalimi diri-diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihani kami, tentu kami menjadi antara orang-orang yang rugi.” (7:23)
Kesabaran dan kemusliman:
“Wahai Pemelihara kami, tuangkanlah kepada kami kesabaran dan matikanlah kami dalam kemusliman.” (7:126)
Taubat:
“Engkau disanjung! Aku bertaubat kepada Engkau; aku yang pertama antara orang-orang mukmin.” (7:143)
Memohon ampun dan pengasihan Allah untuk diri sendiri dan saudara:
“Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku dan saudaraku, dan masukkanlah kami ke dalam pengasihan Engkau; Engkau yang paling berpengasihan daripada yang berpengasihan. ” (7:151)
Doa Nabi Musa setelah 70 orang lelaki meminta untuk melihat Tuhan lalu ditelan oleh gempa bumi:
“Wahai Pemeliharaku, sekiranya Engkau menghendaki, tentu Engkau memusnahkan mereka sebelum ini, dan aku. Adakah Engkau akan memusnahkan kami kerana apa yang orang-orang bodoh antara kami buat? Ia hanyalah cubaan Engkau, dengannya Engkau menyesatkan siapa yang Engkau mengkehendaki, dan memberi petunjuk siapa yang Engkau mengkehendaki. Engkau Wali (Pelindung) kami; maka ampunilah kami, dan kasihanilah kami, dan Engkau yang terbaik daripada yang mengampunkan. Dan tuliskanlah (tetapkanlah) untuk kami dalam kehidupan dunia ini yang baik, dan di akhirat; kami bertaubat kepada Engkau.” (7:155-156)
Doa orang yang percaya kepada Allah dan Kitab-Nya supaya tidak menjadi cubaan bagi kaum yang tidak percaya, dan diselamatkan daripada kezaliman mereka:
“Pemelihara kami, janganlah Engkau membuat kami satu cubaan bagi kaum yang zalim, Dan selamatkanlah kami dengan pengasihan Engkau daripada kaum yang tidak percaya.” (10:85-86)
Doa Nabi Musa terhadap Firaun:
“Pemelihara kami, Engkau telah memberikan Firaun dan pembesar-pembesarny a perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia ini. Pemelihara kami, biarkanlah mereka sesat daripada jalan Engkau. Pemelihara kami, hapuskanlah harta-harta mereka, dan keraskanlah hati mereka supaya mereka tidak mempercayai, sehingga mereka melihat azab yang pedih.” (10:88)
Memohon ampun atas pertanyaan yang “bodoh” terhadap Allah:
“Pemeliharaku, aku berlindung pada Engkau supaya aku tidak menanyai Engkau apa yang aku tiada pengetahuan mengenainya; kerana jika Engkau tidak mengampuni aku, dan tidak mengasihani aku, tentu aku menjadi antara orang-orang yang rugi.” (11:47)
Doa Nabi Yusuf:
“Wahai Pemeliharaku, Engkau telah memberikan aku untuk memerintah, dan Engkau telah mengajar aku interpretasi hadis (mimpi). Wahai Pemula langit dan bumi, Engkau Waliku (Pelindungku) di dunia dan akhirat. Matikanlah aku dalam kemusliman, dan satukanlah aku dengan orang-orang yang salih.” (12:101)
Doa Nabi Ibrahim:
“Wahai Pemeliharaku, buatkanlah tanah (negeri) ini aman, dan jauhkanlah aku dan anak-anakku daripada menyembah patung-patung.
Wahai Pemeliharaku, mereka telah menyesatkan ramai manusia. Maka sesiapa yang mengikuti aku adalah daripadaku; dan sesiapa yang menentang aku, maka sesungguhnya Engkau Pengampun, Pengasih.
Wahai Pemelihara kami, aku menempatkan sebahagian daripada keturunanku di sebuah lembah di mana tidak ada tanah yang disemai dekat dengan Rumah Suci Engkau; wahai Pemelihara kami, agar mereka melakukan solat, dan buatkanlah hati manusia berkeinginan padanya, dan berilah rezeki mereka dengan buah-buahan supaya mereka berterima kasih.
Wahai Pemelihara kami, Engkau mengetahui apa yang kami menyembunyikan, dan apa yang kami menyiarkan; daripada Allah tiada sesuatu yang tersembunyi di bumi, dan tiada juga di langit.
Segala puji bagi Allah yang memberikan aku, walaupun aku tua, Ismail dan Ishak; sesungguhnya Pemeliharaku mendengar doa.
Wahai Pemeliharaku, buatlah aku seorang yang melakukan solat, dan daripada keturunanku. Wahai Pemelihara kami, dan terimalah doaku.
Wahai Pemelihara kami, ampunilah aku dan ibu bapaku, dan orang-orang mukmin, pada hari apabila perhitungan didirikan.” (14:35-41)
Doa untuk ibu bapa:
“Wahai Pemeliharaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka memelihara aku semasa aku kecil.” (17:24)
Doa pada waktu malam (untuk membaca al-Qur’an):
“Wahai Pemeliharaku, masukkanlah aku dengan kemasukan yang sebenar, dan keluarkanlah aku dengan keluaran yang sebenar; dan buatkanlah bagiku kuasa daripada sisi Engkau untuk menolongku. Yang benar telah datang, dan yang palsu telah lenyap; sesungguhnya yang palsu pasti lenyap.” (17:80-81)
Pengasihan Allah dan kelurusan dalam urusan:
“Wahai Pemelihara kami, berilah kami pengasihan daripada Engkau, dan sediakanlah kami dengan kelurusan dalam urusan kami.” (18:10)
Apabila terlupa setelah berjanji untuk melakukan sesuatu:
“Mudah-mudahan Pemeliharaku memberi petunjuk kepadaku pada sesuatu yang lebih dekat dengan yang lurus daripada yang ini.” (18:24)
Apabila memasuki kebun:
“Seperti yang Allah mengkehendaki; tidak ada kekuatan melainkan dengan Allah” (18.39)
Doa Nabi Zakaria untuk memohon anak:
“Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya tulang-tulang di dalamku telah menjadi lemah dan kepalaku bernyala-nyala dengan uban. Dan dalam doa kepada Engkau, wahai Pemeliharaku, aku tidak pernah sengsara. Dan aku takut akan keluargaku setelah peninggalanku; dan isteriku mandul. Maka berilah aku, daripada sisi Engkau, seorang wali (waris), Yang akan menjadi warisku, dan yang menjadi waris keluarga Yaakub; dan buatlah dia, wahai Pemeliharaku, sangat memuaskan hati.” (19:4-6)
Lapangkan dada, mudahkan urusan, dan fasih bertutur supaya orang faham:
“Wahai Pemeliharaku, lapangkanlah dadaku, Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah ikatan pada lisanku (lidahku), Supaya mereka memahami ucapanku.” (20:25-28)
Menambahkan pengetahuan (dalam al-Qur’an):
“Wahai Pemeliharaku, tambahkanlah aku dalam pengetahuan. ” (20:114)
Apabila disentuh penderitaan:
“Sesungguhnya, penderitaan telah menyentuhku, dan Engkau yang paling berpengasihan daripada yang berpengasihan. ” (21:83)
Setelah orang berpaling daripada Peringatan yang disampaikan:
“Wahai Pemeliharaku, hakimkanlah dengan benar! Dan Pemelihara kami ialah Yang Pemurah, tempat dimohonkan pertolongan terhadap apa yang kamu menyifatkan. ” (21:112)
Setelah didustakan orang:
“Wahai Pemeliharaku, tolonglah aku kerana mereka mendustakan aku.” (23:26)
Tempat berlabuh (kapal):
“Wahai Pemeliharaku, labuhkanlah aku di sebuah pelabuhan yang diberkati; Engkau yang terbaik daripada mereka yang melabuhkan.” (23:29)
Tidak diletakkan bersama orang zalim:
“Wahai Pemeliharaku, jika Engkau memperlihatkan kepadaku apa yang mereka dijanjikan, Wahai Pemeliharaku, janganlah Engkau meletakkan aku di kalangan kaum yang zalim.” (23:93-94)
Perlindungan daripada syaitan:
“Wahai Pemeliharaku, aku berlindung pada Engkau daripada cadangan-cadangan jahat syaitan-syaitan, Dan aku berlindung pada Engkau, wahai Pemeliharaku, daripada mereka hadir padaku.” (23:97-98)
Memohon ampun dan dikasihani:
“Wahai Pemelihara kami, kami percaya; maka ampunilah kami, dan kasihanilah kami; Engkau yang terbaik daripada yang berpengasihan. ” (23:109) dan,
“Wahai Pemeliharaku, ampunilah, dan kasihanilah; Engkau yang terbaik daripada yang berpengasihan. ” (23:118)
Dipalingkan daripada azab Jahanam:
“Wahai Pemelihara kami, Engkau palingkanlah daripada kami azab Jahanam; sesungguhnya azabnya adalah penderitaan yang paling ngeri, Buruknya ia sebagai sebuah tempat menginap, dan sebuah tempat tinggal.” (25:65-66)
Kegembiraan daripada keluarga dan imam bagi orang-orang bertakwa:
“Wahai Pemelihara kami, berilah kami kegembiraan daripada isteri-isteri kami, dan keturunan kami, dan buatlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (25:74)
Doa Nabi Ibrahim:
“Wahai Pemeliharaku, berilah aku putusan, dan satukanlah aku dengan orang-orang yang salih, Dan buatlah aku lisan (lidah) yang benar bagi orang-orang yang akhir. Buatlah aku termasuk pewaris-pewaris Taman Kebahagiaan, Dan ampunilah bapaku kerana dia termasuk orang-orang yang sesat. Janganlah mengaibkan aku pada hari apabila mereka dibangkitkan, Pada hari apabila harta, dan tidak juga anak-anak lelaki bermanfaat, Kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (26:83-89)
Doa Nabi Sulaiman:
“Wahai Pemeliharaku, sediakanlah aku supaya aku berterima kasih atas rahmat Engkau, yang dengannya Engkau merahmati aku, dan bapaku, dan ibuku; dan supaya aku membuat kerja-kerja kebaikan yang sangat memuaskan hati Engkau, dan masukkanlah aku, dengan pengasihan Engkau, di kalangan hamba-hamba Engkau yang salih.” (27:19)
Memohon ampun setelah menzalimi diri sendiri (buat jahat):
“Wahai Pemeliharaku, aku telah menzalimi diriku. Ampunilah aku.” (28:16)
Mencari arah ke tempat yang baik:
“Mudah-mudahan Pemeliharaku memberi petunjuk kepadaku pada jalan yang betul.” (28:22)
Memohon rezeki:
“Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya aku fakir (memerlukan) apa-apa kebaikan yang Engkau menurunkan kepadaku.” (28:24)
Pertolongan terhadap orang jahat:
“Wahai Pemeliharaku, tolonglah aku terhadap kaum yang membuat kerosakan.” (29:30)
Jauhkan perjalanan (pengembaraan) :
“Wahai Pemelihara kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami” (34:19)
Memohon mendapatkan anak yang salih (baik):
“Wahai Pemeliharaku, berilah aku yang termasuk orang-orang salih.” (37:100)
Doa Nabi Sulaiman:
“Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku, dan berilah aku sebuah kerajaan seperti yang tidak dijatuhkan kepada sesiapa sesudah aku; sesungguhnya Engkaulah Yang Pemberi.” (38:35)
Doa para malaikat untuk orang bertaubat dan mengikuti jalan al-Qur’an:
“Wahai Pemelihara kami, Engkau merangkumi segala sesuatu dalam pengasihan dan pengetahuan; maka ampunilah orang-orang yang bertaubat, dan mengikuti jalan Engkau, dan lindungilah mereka daripada azab Jahim.
Wahai Pemelihara kami, dan masukkanlah mereka ke Taman Adn yang Engkau menjanjikan mereka dan orang-orang salih daripada bapa-bapa mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka; sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.
Dan lindungilah mereka daripada kejahatan-kejahatan ; sesiapa yang Engkau melindungi daripada kejahatan-kejahatan pada hari itu, kepadanya Engkau mengasihaninya; dan itulah kemenangan yang besar.” (40:7-9)
Ketika menaiki kenderaan:
“Dia disanjung, yang menundukkan ini untuk kami, dan kami sendiri tidak setanding dengannya, Sesungguhnya kepada Pemelihara kami, kami balik.” (43:13-14)
Doa ketika sampai usia 40 tahun:
“Wahai Pemeliharaku, sediakanlah aku supaya aku berterima kasih atas rahmat Engkau, yang dengannya Engkau merahmati aku dan bapa dan ibuku, dan supaya aku membuat kerja-kerja kebaikan yang memuaskan hati Engkau, dan betulkanlah aku, dan juga pada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau, dan aku termasuk orang-orang yang muslim (tunduk patuh).” (46:15)
Setelah dikalahkan:
“Aku dikalahkan; tolonglah aku!” (54:10)
Orang yang beriman kemudian:
“Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami, dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau meletakkan di dalam hati kami sebarang perasaan dendam terhadap orang-orang yang percaya. Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Engkau Lembut, Pengasih.” (59:10)
Tidak menjadi ujian bagi orang yang tidak percaya (kepada Allah dan Kitab-Nya), dan memohon ampun:
“Wahai Pemelihara kami, kepada Engkau kami mempercayakan; kepada Engkau kami berkesesalan; kepada Engkau kepulangan. Wahai Pemelihara kami, janganlah membuat kami satu ujian bagi orang-orang yang tidak percaya; dan ampunilah kami. Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.” (60:4-5)
Doa isteri Firaun yang beriman:
“Wahai Pemeliharaku, binalah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di Taman, dan selamatkanlah aku daripada Firaun dan amalannya, dan Engkau selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.” (66:11)
Doa Nabi Nuh:
“Wahai Pemeliharaku, janganlah meninggalkan di atas bumi orang-orang yang tidak percaya, walaupun seorang. Sesungguhnya jika Engkau meninggalkan mereka, mereka akan menyesatkan hamba-hamba- Mu, dan mereka tidak beranakkan, kecuali kejahatan yang berdegil dalam ketidakpercayaan.
Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku, dan ibu bapaku, dan sesiapa yang masuk ke rumahku sebagai seorang mukmin, dan orang-orang mukmin lelaki, dan orang-orang mukmin perempuan; dan janganlah Engkau menambahkan bagi orang-orang yang zalim, kecuali dalam kebinasaan!” (71:26-28)
Perlindungan daripada pelbagai kejahatan:
“Aku berlindung pada Pemelihara yang membelahkan (pada waktu dinihari), Daripada kejahatan apa yang Dia cipta, Daripada kejahatan kegelapan apabila ia gelap, Daripada kejahatan orang (perempuan) yang meniup pada ikatan, Daripada kejahatan pendengki apabila dia dengki.” (113:1-5)
Perlindungan daripada bisikan syaitan (jin dan manusia):
“Aku berlindung pada Pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, Daripada kejahatan pembisik yang menyelinap, Yang membisikkan di dalam dada manusia, Daripada jin dan manusia.” (114:1-5)
Halaman ini diakhiri dengan memuji Allah, berbunyi:
“Ya Allah, yang merajai kerajaan, Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau mengkehendaki, dan melucutkan kerajaan daripada siapa yang Engkau mengkehendaki, dan Engkau memuliakan siapa yang Engkau mengkehendaki, dan Engkau menghinakan siapa yang Engkau mengkehendaki. Di tangan Engkau yang baik; sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.
Engkau menjadikan malam memasuki ke dalam siang, dan Engkau menjadikan siang memasuki ke dalam malam, dan Engkau mengeluarkan yang hidup daripada yang mati, dan Engkau mengeluarkan yang mati daripada yang hidup, dan Engkau memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau mengkehendaki tanpa perhitungan. ” (3:26-27)
Wassalam..
Renung-renungkan dan selamat beramal
1 comment July 20, 2008
Doa sewaktu bersujud dan Keistimewaannya
Assalamualaikum,
Ni sebenarnya tips doa dan kelebihannya untuk anda ketika mana sedang sujud menghadap Ilahi.
Semoga anda mendapat manfaat dari tips ini.
“Ya Allah..Berikanlah daku kekuatan untuk mengharungi, menahan cubaan dan dugaan dari Mu dengan penuh kesabaran…”
DOA SEWAKTU BERSUJUD DAN KEISTIMEWAANNYA
Sewaktu bersujud, kita berada amat hampir dengan Allah. Katakanlah apa sahaja di dalam hati hajat kita sebagaimana yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah s. a. w. yang biasa memanjangkan sujudnya dengan memperbanyakkan zikir dan doa didalamnya.
Sabda Rasulullah s. a. w :- “Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.” Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.
“Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, iman yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar.”
Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat.
Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya.
Rasulullah s. a. w biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud. Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam
sabdanya yang bermaksud:-
“Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat”
Mendengar itu para sahabat bertanya: “Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?”
Jawab baginda: “Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya?”
Sahabat Menjawab: “Bahkan !”
Rasulullah menyambung: “Kerana sesungguhnya pada hari itu (kiamat) muka umatku akan putih (berser-seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia), segala anggota mereka ( terutama anggota wudu’) putih berseri-seri oleh cahaya wudhu’ !!!”
KEISTIMEWAANNYA
Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:-
“Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan) kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah swt menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api neraka selain bekas sujud” Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud. Orang yang sujud
mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.
Wassalam.
“Tunjangkanlah resah mu di dada SOLAT, Himpunkan perit mu di genggaman DOA,
Tutupi kekecewaan mu dgn keTAQWAan dan Nilaikan kesucian hati mu dgn keIKHLASAN hati.”
KEBESARAN SOLAT 2 RAKAAT
Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:
“Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.”
Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. “Tidak”
Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.
Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. “Wahai Jibrail, ka! mu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang
seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.’ Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu.
Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.” Kemudian Jibrail as berkata: “Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan
kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?”
Lalu Allah berfirman yang bermak! sud. “Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma’waa sebagai tempat tinggal…” Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syura Ma’waa.
Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail a.s dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail a.s selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:
“Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya?”
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. “Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meski! p! un aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engk! au miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat
Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan…..”
1. Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan… Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :
* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
* Allah S.W.T telah menyembunyikan ! (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.
Semoga kita mendapat berkat daripada ilmu ini. Wallahualam
Kalau Tiada menjadi Keberatan… sebarkan Ilmiah ini kepada saudara Muslim Muslimat yang lain agar menjadi renungan, peringatan dan pelajaran kepada kita semua, Insyallah.
*”Maut datang menjemput tak pernah bersahut, Malaikat datang menuntut untuk merenggut,
Manusia tak kuasa untuk berkata-kata, Allah Maha Kuasa atas syurga dan Neraka,
Terimalah habuanmu seadanya..”
Renung-renungkan dan Selamat beramal
Add comment July 20, 2008
Ciri-ciri Orang Munafik Sejati
Assalamualaikum..
Saya memohon maaf kerana tidak berapa sihat dalam 3hari yang lepas. Disini saya menyambung
lagi blog saya dengan kisah, cerita dan nasihat untuk peringatan kita sebagai umat Islam.
Disini adalah ciri-ciri atau tanda-tanda orang munafik sebagai pengetahuan kita semua, semoga kita
tidak tergolong dalam ciri-ciri tersebut.
Ciri-ciri orang munafik adalah:
1. Dusta
Hadith Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid: “Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Iaitu SESEORANG YANG BERDUSTA AGAR ORANG2 TERTAWA.”
Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik ada 3, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.”
2. Khianat
sabda Rasulullah SAW: “Dan apabila berjanji, dia berkhianat.” Barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, atau kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang dengan mudah kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar’i maka telah hinggap pada dirinya salah satu tanda kemunafikan.
3. Fujur dalam pertikaian
sabda Rasulullah SAW:
“Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampau”
4. Ingkar Janji
sabda Rasulullah SAW:
“Tanda orang munafik ada 3: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)
5. Malas Beribadah
Firman Allah SWT:
“…Dan apabila mereka berdiri untuk solat, mereka BERDIRI DENGAN MALAS…”
(An-Nisa’: 142)
Jika orang munafik pergi ke masjid/surau, dia menyeret kakinya seakan-akan terbelenggu rantai. Oleh kerana itu, ketika sampai di dalam masjid/surau dia memilih duduk di shaf yang paling akhir. Dia tidak mengetahui apa yang dibaca imam dalam solat, apalagi untuk menyemak dan menghayatinya.
6. Riya’
Di hadapan manusia dia solat dengan khusyuk tetapi ketika seorang diri, dia mempercepatkan solatnya. apabila bersama orang lain dalam suatu majlis, dia tampak zuhud dan berakhlak baik, demikian juga pembicaraannya. Namun, jika dia seorang diri, dia akan MELANGGAR HAL-HAL YANG DIHARAMKAN Allah SWT.
7. Sedikit Berzikir
Firman Allah SWT:
“…Dan apabila mereka berdiri untuk bersolat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan solat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah SWT kecuali sedikit sekali.
(An-Nisa’: 142)
8. Mempercepat Solat
Mereka (orang2 munafik) adalah orang yang mempercepatkan solat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun. Tidak ada ketenangan dalam mengerjakannya, dan hanya sedikit mengingat Allah SWT di dalamnya. Fikiran dan hatinya tidak menyatu. Dia tidak menghadirkan keagungan, kehebatan, dan kebesaran Allah SWT dalam solatnya.
Hadith Nabi SAW:
“Itulah solat orang munafik…lalu mempercepat empat rakaat (solatnya)”
9. Mencela orang-orang yang Taat dan Soleh
Mereka memperlekehkan orang-orang yang Taat dengan ungkapan yang mengandung cemuhan dan celaan. Oleh kerananya, dalam setiap majlis pertemuan sering kali kita temui orang munafik yang hanya MEMBINCANGKAN SEPAK TERAJANG ORANG2 SOLEH dan orang2 yang konsisten terhadap Al-Quran dan As-Sunnah. Baginya seakan-akan tidak ada yang lebih penting dan menarik selain memperolok-olok orang2 yang Taat kepada Allah SWT
10. Memperolok-olok Al-Quran, As-Sunnah, dan Rasulullah SAW
Termasuk dalam kategori Istihzaa’ (berolok-olok) adalah memperolok-olok hal2 yang disunnah Rasulullah SAW dan amalan-amalan lainnya. Orang yang suka memperolok-olok dengan sengaja hal-hal seperti itu, JATUH KAFIR.
Firman Allah SWT:
“…Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah SWT, Ayat-Ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, kerana kamu kafir sesudah beriman…”
(At-Taubah: 65-66)
11. Bersumpah Palsu
Firman Allah SWT:
“Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai…”
(Al-Munafiqun: 2, Al-Mujadilah: 16)
Jika seseorang menanyakan kepada orang munafik tentang sesuatu, dia langsung bersumpah. Apa yang diucapkan orang munafik semata-mata untuk menutupi kedustaannya. Dia selalu mengumpat dan memfitnah orang lain. Maka jika seseorang itu menegurnya, dia segera mengelak dengan sumpahnya: “Demi Allah, sebenarnya kamu adalah orang yang paling aku sukai. Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah sahabatku.
12. Enggan Berinfak
Orang2 munafik memang selalu menghindari hal2 yang menuntut pengorbanan, baik berupa harta maupun jiwa. Apabila menjumpai mereka berinfak, bersedekah, dan mendermakan hartanya, mereka lakukan kerana riya’ dan sum’ah. Mereka enggan bersedekah, kerana pada hakikatnya, mereka tidak menghendaki pengorbanan harta, apalagi jiwa.
13. Tidak menghiraukan nasib Kaum Muslimin
Mereka selalu menciptakan kelemahan2 dalam barisan muslimin. Inilah yang disebut At Takhdzil. iaitu, sikap meremehkan, menakut-nakuti, dan membiarkan kaum muslimin. Orang munafik berpendapat bahawa orang2 kafir lebih kuat daripada kaum muslimin.
14. Suka menyebarkan Khabar Dusta
Orang munafik senang memperbesar peristiwa/kejadian. Jika ada orang yang tergelincir lisannya secara tidak sengaja, maka datanglah si munafik dan memperbesarkannya dalam majlis2 pertemuan. “Apa kalian tidak mendengar apa yang telah dikatakan si fulan itu?” Lalu, dia pun menirukan kesalahan tersebut. Padahal, dia sendiri mengetahui bahawa orang itu mempunyai banyak kebaikan dan keutamaan, akan tetapi si munafik itu tidak akan mahu mengungkapkannya kepada masyarakat.
15. Mengingkari Takdir
Orang munafik selalu membantah dan tidak redha dengan takdir Allah SWT. Oleh kerananya, apabila ditimpa musibah, dia mengatakan: “Bagaimana ini. Seandainya saya berbuat begini, niscaya akan menjadi begini.” Dia pun selalu mengeluh kepada sesama manusia. Sungguh, dia telah MENGKUFURI DAN MENGINGKARI QADHA DAN TAKDIR.
16. Mencaci maki kehormatan orang-orang Soleh
Apabila orang munafik membelakangi orang2 soleh, dia akan mencaci maki, menjelek-jelekkan, mengumpat, dan menjatuhkan kehormatan mereka di majlis-majlis pertemuan.
Firman Allah SWT:
“…mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan…”
(Al-Ahzab: 19)
17. Sering meninggalkan Solat Berjamaah
Apabila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu luang, dan tidak memiliki uzur say’i, namun tidak mahu mendatangi masjid/surau ketika mendengar panggilan azan, maka saksikanlah dia sebagai orang munafik.
18. Membuat kerosakan di Muka Bumi dengan Dalih Mengadakan Perbaikan
Firman Allah SWT:
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan kebaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerosakan, tetapi mereka tidak sedar.”
(Al-Baqarah: 11-12)
19. Tidak ada kesesuaian antara Zahir dengan Batin
Secara Zahir mereka membenarkan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, tetapi di dalam hati mereka, Allah telah mendustakan kesaksian mereka. Sesungguhnya, kesaksian yang tampak benar secara Zahir itulah yang menyebabkan MEREKA MASUK KE DALAM NERAKA. Penampilan zahirnya bagus dan mempersona, tetapi di dalam batinnya terselubung niat busuk dan menghancurkan. Di luar dia menampakkan kekhusyukan, sedangkan di dalam hatinya main-main.
20. Takut terhadap Kejadian Apa Pun
Orang2 munafik selalu diliputi rasa takut. Jiwanya selalu bergoncang, keinginannya hanya selalu mendambakan kehidupan yang tenang dan damai tanpa disibukkan oleh persoalan2 hidup apa pun. Dia selalu berharap: “Tinggalkan dan biarkanlah kami dengan keadaan kami ini, semoga Allah memberikan nikmat ini kepada kami. Kami tidak ingin keadaan kami berubah.” Padahal, keadaannya tidaklah lebih baik.
21. Beruzur dengan Dalih Dusta
Firman Allah SWT:
“Di antara mereka ada orang yang berkata: ‘Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.’ Ketahuilah bahawa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya NERAKA JAHANNAM itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.”
(At-Taubah: 49)
22. Menyuruh Kemungkaran dan Mencegah Kemakrufan
Mereka (orang munafik) menginginkan agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang2 beriman. Mereka menggembar-gemburkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konsert, menyebarkan majalah2 porno (SEMIPORNO) dan narkotik.
23. Bakhil
Orang2 munafik sangat bakhil dalam masalah2 kebajikan. Mereka menggenggam tangan mereka dan tidak mahu bersedekah atau menginfakkan sebahagian harta mereka untuk kebaikan, padahal mereka orang yang mampu dan berkecukupan.
24. Lupa kepada Allah SWT
Segala sesuatu selalu mereka ingat, kecuali Allah SWT. Oleh sebab itu, mereka sentiasa ingat kepada keluarganya, anak-anaknya, nyanyian2, berbagai keinginan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan duniawi. Dalam fikiran dan batin mereka tidak pernah terlintas untuk MENGINGAT (ZIKIR) ALLAH SWT, KECUALI SEBAGAI TIPUAN SEMATA-MATA.
25. Mendustakan janji Allah SWT dan Rasul-Nya
Firman Allah SWT:
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami selain tipu daya.”
(Al-Ahzab: 12)
26. Lebih memperhatikan Zahir, mengabaikan Batin
Orang munafik lebih mementingkan zahir dengan mengabaikan yang batin, tidak menegakkan solat, tidak merasa diawasi Allah SWT, dan tidak mengenal zikir… Pada zahirnya, pakaian mereka demikian bagus menarik, tetapi batin mereka kosong, rosak dan lain2.
27. Sombong dalam Berbicara
Orang2 munafik selalu sombong dan angkuh dalam berbicara. Mereka banyak cakap dan suka memfasih-fasihkan ucapan. Setiap kali berbicara, mereka akan selalu mengawalinya dengan bila UNGKAPAN MENAKJUBKAN YANG MEYAKINKAN AGAR TAMPAK SEPERTI ORANG HEBAT, MULIA, BERWAWASAN LUAS, MENGERTI, BERAKAL, DAN BERPENDIDIKAN. Padahal, pada hakikatnya dia tidak memiliki kemampuan apa pun. Sama sekali tidak memiliki ilmu bahkan lagi terserlah kemunafikannnya.
28. Tidak memahami Ad Din
Di antara “KEISTIMEWAAN” orang2 munafik adalah: mereka sama sekali tidak memahami masalah-masalah agama. Dia tahu bagaimana mengenderai kereta dan mengerti perihal mesinnya. Dia juga mengetahui hal2 remeh-temeh dan pengetahuan-pengetahuan yang tidak pernah memberi manfaat kepadanya meski juga tidak mendatangkan mudharat baginya. Akan tetapi, apabila menghadapi untuk berdialog (bertanya tentang persoalan2 Ad Din (Islam)), dia sama sekali tidak boleh menjawab.
29. Bersembunyi dari manusia dan menentang Allah dengan Dosa
Orang munafik menganggap ringan perkara2 terhadap Allah SWT, menentang-Nya dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, ketika dia berada di tengah-tengah manusia dia menunjukkan sebaliknya: berpura-pura taat
Firman Allah SWT:
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahsia yang Allah tidak redhai…”
(An-Nisa’: 108)
30. Senang dengan Musibah yang menimpa orang-orang Beriman dan Dengki terhadap Kebahagian mereka
Orang munafik apabila mendengar berita bahawa seorang ulama yang soleh tertimpa suatu musibah, dia pun menyebarluaskan berita duka itu kepada masyarakat sambil menampakkan kesedihannya dan berkata: “Hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. Kami telah mendengar bahawa si fulan telah tertimpa musibah begini dan begitu… semoga Allah memberi kesabaran kepada kami dan beliau.” Padahal, di dalam hatinya dia merasa senang dan bangga akan musibah itu.
Renung-renungkan
Add comment July 20, 2008
Kisah Rahsia Di Sebalik Solat Lima Waktu
Assalamualaikum.
Kita mungkin tidak menyedari bahawa solat itu mempunyai rahsianya,
Ali bin Abi Talib r.a berkata :
‘Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat muhajirin dan ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata : ‘ Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’
Lalu Rasullullah S.A.W. bersabda: ‘Silakan bertanya.’
Berkata orang Yahudi: ‘Sila terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.’
Sabda Rasullullah S.A.W.:
‘Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada tuhanNya,
Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi,
Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S., maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
Sembahyang Isya’ itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku.
Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.’
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: ‘Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang sembahyang.
Rasullullah S.A.W bersabda: ‘Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan, sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya wap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.’
Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: ‘Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’
Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud: ‘Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan, sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukimin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan. ‘
Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Sembahyang Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya’ berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.’
Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: ‘Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan iaitu:
1. Dibebaskan dari api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: ‘Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?’.
Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan diwaktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.’
Kata orang Yahudi: ‘Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.’
Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
5. Diringi baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.’
Kata orang Yahudi: ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.’
Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).’
Kata orang Yahudi: ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Allaa illaaha illallah, wa ashhadu annaa Muhammadar Rasuulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan yang kami sembah melainkan Allah dan engkau adalah utusan Allah).’
‘Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar.’
(Al-Baqarah : 155)
Renung-renungkan dan selamat beramal
Add comment July 17, 2008
AMALAN TERBAIK DALAM HIDUP
Assalamualaikum,
AMALAN TERBAIK DALAM HIDUP
1. Sesiapa yang berwuduk saat ingin tidur dan meminta supaya ALLAH
berikan kebaikan dunia dan akhirat pasti akan di kabulkan ? Tirmizi.
Sunat tidur dalam keadaan berwuduk.
2. Sesiapa yang berselawat tidak kiralah banyak mana hitunganya
setiap hari akan dapat keberkatandalam apa jua dengan syarat ia
berusaha mencari keredhaanNya.
3. Sesiapa yang berselawat 41 kali sehari, insyaALLAH, akan
dihindarkan daripada sifat tercela seperti hasad dengki, riak dsbnya
dalam dirinya.
4. Berselawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah
memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh
ketenangan fikiran.
5. ALLAH akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan
berselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu.
6. Sewaktu menghadapi hidangan, Nabi membiasakan diri dengan
mengambil makanan yang terdekat, kemudian baru di ambil hidangan yang
lainnya sebagai simbolik kesopanan.
7. Amalkan membaca selawat sebanyak 1000 kali sehari, insyaALLAH
akandi kurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah
untuk menerokai pelbagai ilmu.
8. Sesiapa yang berniat mandi(untuk solat jumaat) kemudian pakai
pakaian terbaik & wangian lalu solat jumaat, dosanya akan diampun
hingga jumaat berikutnya-Ahmad.
9. Sesiapa yang mengamalkan berselawat 11 kali tiap hari, dengan
izin ALLAH dirinya akan lebih dihargai oleh orang lain.
10. Uthman bin Affan riwayatkan bahawa Nabi SAW apabila berwuduk,
beliau membasahi janggutnya-Tirmizi
11. Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika baginda suka, dia makan
dan sebaliknya beliau tinggalkan-Bukhari. Apatah lagi jika makanan itu
pemberian orang lain.
12. Sahabat meriwayatkan: Aku lihat Nabi SAW makan dengan 3 jari(ibu
jari telunjuk & tengah)-Muslim. Jarang sekali beliau makan dengan 4 @
5 jari kecuali ada keperluan
13. Menurut Sayyid Ahmad dahlan, sesiapa berselawat walau sekali
pada malam jumaat, saat mautnya kelak akan dipermudahkan ALLAH seperti
yang dihadapi oleh para nabi
14. Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah selawat tujuh kali pada
air dan minum. InsyaALLAH, perut yang sakit atau memulas akan sembuh
15. Perbaharui wuduk tiap kali bersolat krn padanya terdapat banyak
fadhilat. Hadith: Sesiapa yang berwuduk dalam keadaan suci, ALLAH
catatkan 10 kebaikan baginya-Abu Dawud.
16. Sesiapa yang mengamalkan membaca selawat tiga kali setiap
selepas solat lima waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam
menghadapi apa jua masalah
17. Nabi SAW sering menghadap kekanan sedikit setelah solat
berjemaah supaya makmum dapat melihat wajahnya. Sebaiknya imam
berzikir dan doa seketika bersama makmum
18. Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan
beselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu
19. Nabi tak makan sambil bersandar-Bukhari. Ertinya, baginda makan
dengan duduk condong sedikit ke hadapan bagi elakkan dirinya terlalu
kenyang & mudahkan penghadaman
20. Menurut Syihab Ahmad, sesiapa berselawat tiga kali tiap selesai
solat subuh, Maghrib dan isyak, ALLAH akan menghindarkannya drp
sebarang bencana
21. Nabi sering beristinsyaq air kedalam hidung dan
menghembuskannya. Selain membersihkan, ia juga mengelakkan sebarang
penyakit yang berkaitan dengan hidung
22. Setelah bersolat Nabi memohon ampun ( astagfirullahalazii m) tiga
kali-Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75
kali sehari
23. Sesiapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali tiap hari,
ALLAH akan memeliharanya daripada sebarang ancaman musuh serta bahaya
fitnah
24. Apabila Nabi tidur, ia dahulukan mengiring sebelah kanan ?
Bukhari. Dari segi kesihatan, cara berkenaan baik untuk jantung (yang
berada di kiri badan) mengepam darah
25. Amalan berselawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan
kekeruhan jiwa, dipermudahkan ALLAH segala urusan dan mendapat
keampunan daripadaNYA
26. Tika Nabi tidur, ia membaca surah Al-Ikhlas,Al- Falaq dan An-Naas
lalu meniup telapak tangan serta menyapu keseluruh tubuh)mohon
perlindunganNYA) ? Bukhari
27. Membaca selawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan
memperolehi keredhaan serta dijauhkan diri daripada mendapat kemurkaan
ALLAH
28. Wuduk dahulu jika ingin tidur sekalipun dalam keadaan junub.
Nabi menyarankan, cukup dengan bersihkan kemaluan dan berwuduk tanpa
perlu mandi wajib jika ingin tidur
29. Munurut As-Shawi, sesiapa yang membaca selawat secara rutin,
akan terpelihara hatinya daripada gangguan serta tipudaya syaitan yang
melalaikan
30. Silangkan kaki jika tidur di masjid. Hadith: Sahabat melihatNabi
berbaring di masjid dgn satu kakinya atas kaki yang lain (krn bimbang
terdedah aurat) ? Bukhari
31. Sesiapa yang membaca selawat sebanyak tujuh kali selama tujuh
Jumaat berturut-turut, ia bakal mendapat syafaat (pertolongan)
daripada baginda SAW
32. Adakalanya Nabi SAW amat menyukai doa-doa yang ringkas (mudah) ?
Abu dawud. Baginda mementingkan kualiti doa itu sendiri dengan sedikit
tetapi maknanya yang menyeluruh
33. Menurut Al-Hafiz Dimyati, sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW
dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari
34. Setelah bersolat Nabi SAW mohon ampun (astagfirullahalazi im)
tiga kali ? Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya
beristighfar 75 kali sehari
35. Nabi seorang yang berpsikologi dalam memberi nasihat. Nabi
memilih waktu yang sesuai untuk menasihati sahabat supaya mereka tidak
bosan (atau tersinggung) ? bukhari
36. Ada riwayat yang menyatakan bahawa amalan berselawat 80 kali
tiap selepas solat asar pada hari jumaat, insyaALLAH akan dihapuskan
dosa-dosa kecil seseorang
37. Menutup mulut dan rendahkan suara tika bersin. Hadith: Apabila
Nabi bersin, beliau letakkan tangan atau pakaiannya dimulut (kerana
dibimbangi terpercik) ? Abu Dawud
38. Jiwa yang gelisah dapat ditenangkan dengan zikir, termasuklah
berselawat sekerap yang mungkin kerana ALLAH itu Maha Luas rahmatNya
39. Sabda Nabi SAW: Barangsiapa yang berselawat kepadakusebanyak 100
kali pada hari jumaat, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan
keadaan bercahaya ? Abu Naim
40. Nabi tidak pernah menolak hadiah. Hadith: nabi selalu terima
hadiah & amat menghargainya ? Bukhari
41. Sesiapa yang sering mengamalkan berselawat pada setiap hari,
ALLAH akan bukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka-sangka
baginya
42. Selalu memilih yang lebih mudah. Hadith: Mudahkan sesuatu &
jangan kamu sukarkannya ? Muttafaq Alaih
43. Berdiri apabila melihat iringan jenazah. Hadith: Apabila kamu
sekalian melihat jenazah ( yang diusung), maka berdirilah (sbg tanda
penghormatan) – Muttafaq Alaih
44. Ulamak berpendapat, sesiapa yang amalkan selawat saban hari tak
kira berapa hitungannya, InsyaALLAH dihindarkan daripada taun & wabak
penyakit berbahaya yang lain
45. Bersujud syukur jika dapat khabar gembira. Nabi sering
melakukannya ketikaberoleh khabar yang menyenangkan sebagai tanda
syukur hamba terhadap ALLAH ? Abu dawud
46. Membaca selawat 1000 kali selepas Solat Hajat dua rakaat mampu
meenghilangkan keresahan, rasa dukacita serta dikabulkan ALLAH akan
hajatnya
47. Beri salam hingga tiga kali sahaja. Bahawasanya Nabi (apabila
mendatangi rumah sahabat) beri salam hingga 3 kali ? Bukhari. Jika
salamnya tak berjawab, beliau beredar
48. Menurut para ulamak, sesiapa yang inginkan saat kematiannya
dalam kesudahan yang baik, maka berselawatlah seban yak 10 kali setiap
selesai solat Maghrib
49. Melakukan pekerjaan rumah. Hadith: Bantuan terhadap isterimu itu
adalah sedekah-Ad-Dailami
50. Para ulamak berpendapat, ALLAH sempurnakan hajat yang baik
dengan senantiasa berselawat 40 hingga 100 kali setiap hari, di ikuti
dengan usaha yang berterusan.
Renung-renungkan dan selamat beramal
Add comment July 17, 2008