Posts filed under 'Kisah Nabi'

Doa dalam al-Quran

Assalamualaikum..

Baiklah, saya ada mendapat satu artikel dari sebuah buku mengenai doa-doa yang terkandung dalam al-Quran,

Doa-doa ni sangat baik dan bermanfaat untuk kita amalkan bersama.
Surah yang pertama di dalam al-Qur’an, al-Fatihah, adalah pada hemat penulis, contoh bentuk sebuah doa yang amat baik berbunyi,
“Dengan nama Allah, Yang Pemurah, Yang Pengasih. Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam. Yang Pemurah, Yang Pengasih. Merajai Hari Agama (Pengadilan) . Engkau sahaja kami sembah, dan kepada Engkau sahaja kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan lurus, Jalan orang-orang yang Engkau merahmati, bukan orang-orang yang ke atas mereka dimurkai, dan bukan juga orang-orang yang sesat.” (1:1-7)

Selanjutnya disenaraikan di bawah, menurut kronologi ayat-ayat, doa-doa lain yang terdapat di dalam al-Qur’an:

Tidak menjadi orang bodoh:
“Aku berlindung pada Allah daripada aku menjadi antara orang-orang yang bodoh.” (2:67)

Doa Nabi Ibrahim ketika membina Rumah atau Kaabah:
“Wahai Pemelihara kami, terimalah ini daripada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Mendengar, Yang Mengetahui,
Wahai Pemelihara kami, buatlah kami muslim (tunduk patuh) kepada Engkau, dan daripada keturunan kami, umat yang muslim kepada Engkau; dan perlihatkanlah kepada kami peribadatan kami, dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Menerima Taubat, Yang Pengasih.
Wahai Pemelihara kami, bangkitkanlah di kalangan mereka seorang rasul, seorang daripada mereka, yang akan membacakan mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajar mereka al-Kitab dan Kebijaksanaan, dan menyucikan mereka; sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.’” (2:127-129)

Yang baik di dunia dan di akhirat:
“Wahai Pemelihara kami, berilah kami di dunia, yang baik, dan berilah kami yang baik di akhirat, dan lindungilah kami daripada azab Api.” (2:201)

Ketika bertemu musuh dalam peperangan:
“Wahai Pemelihara kami, tuangkanlah kepada kami kesabaran, dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang tidak percaya (kafir).” (2:250)
Tidak dihukum kerana terlupa atau tersilap, dan beban diringankan:
“Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau mempertanggungjawab kan kami jika kami lupa, atau membuat kesilapan.
Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau membebankan kami sebagaimana Engkau telah membebankan orang-orang yang sebelum kami.
Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau membebankan kami melebihi apa yang kami ada kekuatan untuk memikul, dan maafkanlah kami, dan ampunilah kami, dan kasihanilah kami; Engkau Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang tidak percaya (kafir).” (2:286)

Hati tidak menyimpang setelah mendapat petunjuk al-Qur’an:
“Wahai Pemelihara kami, janganlah menyimpangkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berilah kami pengasihan daripada sisi Engkau; sesungguhnya Engkaulah Yang Pemberi.
Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Engkau yang mengumpulkan manusia untuk satu hari yang padanya tiada keraguan; sesungguhnya Allah tidak memungkiri janji temu.” (3:8-9)

Memohon ampun atas kesalahan dan dilindungi daripada azab Api:
“Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami percaya; ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan lindungilah kami daripada azab Api.” (3:16)

Setelah melahirkan anak (doa ibu Mariam):
“Pemeliharaku, aku telah melahirkannya, seorang anak perempuan. Dan aku menamakan dia Mariam, dan melindungkannya kepada Engkau dengan keturunannya, daripada syaitan yang direjam.” (3:36)

Mendapatkan anak:
“Pemeliharaku, berilah aku daripada sisi Engkau satu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau mendengar doa.” (3:38)

Menjadi seorang saksi bagi Allah dan Kitab-Nya:
“Wahai Pemelihara kami, kami percaya kepada apa yang Engkau menurunkan, dan kami mengikuti rasul, maka tuliskanlah kami bersama orang-orang yang menyaksikan. ” (3:53)

Memohon ampun atas kesalahan dan yang berlebihan dalam urusan, teguhkan pendirian, dan pertolongan terhadap kaum yang tidak percaya:
“Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan apa yang membazir (berlebihan) dalam urusan kami, dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang tidak percaya.” (3:147)

Dijauhkan daripada azab Api, ampun atas kesalahan, lepas daripada kejahatan, mati sebagai orang yang taat, dan tidak diaibkan pada Hari Kiamat (doa ketika memikirkan tentang ciptaan langit dan bumi):
“Wahai Pemelihara kami, tidaklah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Engkau disanjung! Lindungilah kami daripada azab Api.
Wahai Pemelihara kami, sesiapa yang Engkau memasukkan ke Api, maka sesungguhnya Engkau mengaibkannya; dan orang-orang yang zalim tidak ada penolong-penolong.
Wahai Pemelihara kami, kami mendengar seorang pemanggil yang memanggil kami kepada keimanan, ‘Percayalah kamu kepada Pemelihara kamu.’ Dan kami percaya. Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan lepaskanlah kami daripada kejahatan-kejahatan kami, dan matikanlah kami berserta orang-orang yang taat.
Wahai Pemelihara kami, berilah kami apa yang Engkau telah menjanjikan kami pada rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau mengaibkan kami pada Hari Kiamat; sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji temu.” (3:191-194)

Doa Nabi Isa untuk diturunkan hidangan dari langit:
“Ya Allah, Pemelihara kami, turunkanlah kepada kami sebuah meja hidangan dari langit, yang akan menjadi bagi kami satu perayaan, yang pertama dan yang akhir bagi kami, dan satu ayat (tanda) daripada Engkau. Dan berilah rezeki untuk kami; Engkau yang terbaik daripada pemberi-pemberi rezeki.” (5:114)

Memohon ampun dan pengasihan Allah setelah menzalimi diri sendiri atau buat jahat:
“Wahai Pemelihara kami, kami telah menzalimi diri-diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihani kami, tentu kami menjadi antara orang-orang yang rugi.” (7:23)

Kesabaran dan kemusliman:
“Wahai Pemelihara kami, tuangkanlah kepada kami kesabaran dan matikanlah kami dalam kemusliman.” (7:126)

Taubat:
“Engkau disanjung! Aku bertaubat kepada Engkau; aku yang pertama antara orang-orang mukmin.” (7:143)

Memohon ampun dan pengasihan Allah untuk diri sendiri dan saudara:
“Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku dan saudaraku, dan masukkanlah kami ke dalam pengasihan Engkau; Engkau yang paling berpengasihan daripada yang berpengasihan. ” (7:151)

Doa Nabi Musa setelah 70 orang lelaki meminta untuk melihat Tuhan lalu ditelan oleh gempa bumi:
“Wahai Pemeliharaku, sekiranya Engkau menghendaki, tentu Engkau memusnahkan mereka sebelum ini, dan aku. Adakah Engkau akan memusnahkan kami kerana apa yang orang-orang bodoh antara kami buat? Ia hanyalah cubaan Engkau, dengannya Engkau menyesatkan siapa yang Engkau mengkehendaki, dan memberi petunjuk siapa yang Engkau mengkehendaki. Engkau Wali (Pelindung) kami; maka ampunilah kami, dan kasihanilah kami, dan Engkau yang terbaik daripada yang mengampunkan. Dan tuliskanlah (tetapkanlah) untuk kami dalam kehidupan dunia ini yang baik, dan di akhirat; kami bertaubat kepada Engkau.” (7:155-156)

Doa orang yang percaya kepada Allah dan Kitab-Nya supaya tidak menjadi cubaan bagi kaum yang tidak percaya, dan diselamatkan daripada kezaliman mereka:
“Pemelihara kami, janganlah Engkau membuat kami satu cubaan bagi kaum yang zalim, Dan selamatkanlah kami dengan pengasihan Engkau daripada kaum yang tidak percaya.” (10:85-86)

Doa Nabi Musa terhadap Firaun:
“Pemelihara kami, Engkau telah memberikan Firaun dan pembesar-pembesarny a perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia ini. Pemelihara kami, biarkanlah mereka sesat daripada jalan Engkau. Pemelihara kami, hapuskanlah harta-harta mereka, dan keraskanlah hati mereka supaya mereka tidak mempercayai, sehingga mereka melihat azab yang pedih.” (10:88)

Memohon ampun atas pertanyaan yang “bodoh” terhadap Allah:
“Pemeliharaku, aku berlindung pada Engkau supaya aku tidak menanyai Engkau apa yang aku tiada pengetahuan mengenainya; kerana jika Engkau tidak mengampuni aku, dan tidak mengasihani aku, tentu aku menjadi antara orang-orang yang rugi.” (11:47)

Doa Nabi Yusuf:
“Wahai Pemeliharaku, Engkau telah memberikan aku untuk memerintah, dan Engkau telah mengajar aku interpretasi hadis (mimpi). Wahai Pemula langit dan bumi, Engkau Waliku (Pelindungku) di dunia dan akhirat. Matikanlah aku dalam kemusliman, dan satukanlah aku dengan orang-orang yang salih.” (12:101)

Doa Nabi Ibrahim:
“Wahai Pemeliharaku, buatkanlah tanah (negeri) ini aman, dan jauhkanlah aku dan anak-anakku daripada menyembah patung-patung.
Wahai Pemeliharaku, mereka telah menyesatkan ramai manusia. Maka sesiapa yang mengikuti aku adalah daripadaku; dan sesiapa yang menentang aku, maka sesungguhnya Engkau Pengampun, Pengasih.
Wahai Pemelihara kami, aku menempatkan sebahagian daripada keturunanku di sebuah lembah di mana tidak ada tanah yang disemai dekat dengan Rumah Suci Engkau; wahai Pemelihara kami, agar mereka melakukan solat, dan buatkanlah hati manusia berkeinginan padanya, dan berilah rezeki mereka dengan buah-buahan supaya mereka berterima kasih.
Wahai Pemelihara kami, Engkau mengetahui apa yang kami menyembunyikan, dan apa yang kami menyiarkan; daripada Allah tiada sesuatu yang tersembunyi di bumi, dan tiada juga di langit.
Segala puji bagi Allah yang memberikan aku, walaupun aku tua, Ismail dan Ishak; sesungguhnya Pemeliharaku mendengar doa.
Wahai Pemeliharaku, buatlah aku seorang yang melakukan solat, dan daripada keturunanku. Wahai Pemelihara kami, dan terimalah doaku.
Wahai Pemelihara kami, ampunilah aku dan ibu bapaku, dan orang-orang mukmin, pada hari apabila perhitungan didirikan.” (14:35-41)

Doa untuk ibu bapa:
“Wahai Pemeliharaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka memelihara aku semasa aku kecil.” (17:24)

Doa pada waktu malam (untuk membaca al-Qur’an):
“Wahai Pemeliharaku, masukkanlah aku dengan kemasukan yang sebenar, dan keluarkanlah aku dengan keluaran yang sebenar; dan buatkanlah bagiku kuasa daripada sisi Engkau untuk menolongku. Yang benar telah datang, dan yang palsu telah lenyap; sesungguhnya yang palsu pasti lenyap.” (17:80-81)

Pengasihan Allah dan kelurusan dalam urusan:
“Wahai Pemelihara kami, berilah kami pengasihan daripada Engkau, dan sediakanlah kami dengan kelurusan dalam urusan kami.” (18:10)

Apabila terlupa setelah berjanji untuk melakukan sesuatu:
“Mudah-mudahan Pemeliharaku memberi petunjuk kepadaku pada sesuatu yang lebih dekat dengan yang lurus daripada yang ini.” (18:24)

Apabila memasuki kebun:
“Seperti yang Allah mengkehendaki; tidak ada kekuatan melainkan dengan Allah” (18.39)

Doa Nabi Zakaria untuk memohon anak:
“Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya tulang-tulang di dalamku telah menjadi lemah dan kepalaku bernyala-nyala dengan uban. Dan dalam doa kepada Engkau, wahai Pemeliharaku, aku tidak pernah sengsara. Dan aku takut akan keluargaku setelah peninggalanku; dan isteriku mandul. Maka berilah aku, daripada sisi Engkau, seorang wali (waris), Yang akan menjadi warisku, dan yang menjadi waris keluarga Yaakub; dan buatlah dia, wahai Pemeliharaku, sangat memuaskan hati.” (19:4-6)

Lapangkan dada, mudahkan urusan, dan fasih bertutur supaya orang faham:
“Wahai Pemeliharaku, lapangkanlah dadaku, Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah ikatan pada lisanku (lidahku), Supaya mereka memahami ucapanku.” (20:25-28)

Menambahkan pengetahuan (dalam al-Qur’an):
“Wahai Pemeliharaku, tambahkanlah aku dalam pengetahuan. ” (20:114)

Apabila disentuh penderitaan:
“Sesungguhnya, penderitaan telah menyentuhku, dan Engkau yang paling berpengasihan daripada yang berpengasihan. ” (21:83)

Setelah orang berpaling daripada Peringatan yang disampaikan:
“Wahai Pemeliharaku, hakimkanlah dengan benar! Dan Pemelihara kami ialah Yang Pemurah, tempat dimohonkan pertolongan terhadap apa yang kamu menyifatkan. ” (21:112)

Setelah didustakan orang:
“Wahai Pemeliharaku, tolonglah aku kerana mereka mendustakan aku.” (23:26)
Tempat berlabuh (kapal):
“Wahai Pemeliharaku, labuhkanlah aku di sebuah pelabuhan yang diberkati; Engkau yang terbaik daripada mereka yang melabuhkan.” (23:29)

Tidak diletakkan bersama orang zalim:
“Wahai Pemeliharaku, jika Engkau memperlihatkan kepadaku apa yang mereka dijanjikan, Wahai Pemeliharaku, janganlah Engkau meletakkan aku di kalangan kaum yang zalim.” (23:93-94)

Perlindungan daripada syaitan:
“Wahai Pemeliharaku, aku berlindung pada Engkau daripada cadangan-cadangan jahat syaitan-syaitan, Dan aku berlindung pada Engkau, wahai Pemeliharaku, daripada mereka hadir padaku.” (23:97-98)

Memohon ampun dan dikasihani:
“Wahai Pemelihara kami, kami percaya; maka ampunilah kami, dan kasihanilah kami; Engkau yang terbaik daripada yang berpengasihan. ” (23:109) dan,
“Wahai Pemeliharaku, ampunilah, dan kasihanilah; Engkau yang terbaik daripada yang berpengasihan. ” (23:118)

Dipalingkan daripada azab Jahanam:
“Wahai Pemelihara kami, Engkau palingkanlah daripada kami azab Jahanam; sesungguhnya azabnya adalah penderitaan yang paling ngeri, Buruknya ia sebagai sebuah tempat menginap, dan sebuah tempat tinggal.” (25:65-66)

Kegembiraan daripada keluarga dan imam bagi orang-orang bertakwa:
“Wahai Pemelihara kami, berilah kami kegembiraan daripada isteri-isteri kami, dan keturunan kami, dan buatlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (25:74)

Doa Nabi Ibrahim:
“Wahai Pemeliharaku, berilah aku putusan, dan satukanlah aku dengan orang-orang yang salih, Dan buatlah aku lisan (lidah) yang benar bagi orang-orang yang akhir. Buatlah aku termasuk pewaris-pewaris Taman Kebahagiaan, Dan ampunilah bapaku kerana dia termasuk orang-orang yang sesat. Janganlah mengaibkan aku pada hari apabila mereka dibangkitkan, Pada hari apabila harta, dan tidak juga anak-anak lelaki bermanfaat, Kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (26:83-89)

Doa Nabi Sulaiman:
“Wahai Pemeliharaku, sediakanlah aku supaya aku berterima kasih atas rahmat Engkau, yang dengannya Engkau merahmati aku, dan bapaku, dan ibuku; dan supaya aku membuat kerja-kerja kebaikan yang sangat memuaskan hati Engkau, dan masukkanlah aku, dengan pengasihan Engkau, di kalangan hamba-hamba Engkau yang salih.” (27:19)

Memohon ampun setelah menzalimi diri sendiri (buat jahat):
“Wahai Pemeliharaku, aku telah menzalimi diriku. Ampunilah aku.” (28:16)

Mencari arah ke tempat yang baik:
“Mudah-mudahan Pemeliharaku memberi petunjuk kepadaku pada jalan yang betul.” (28:22)

Memohon rezeki:
“Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya aku fakir (memerlukan) apa-apa kebaikan yang Engkau menurunkan kepadaku.” (28:24)

Pertolongan terhadap orang jahat:
“Wahai Pemeliharaku, tolonglah aku terhadap kaum yang membuat kerosakan.” (29:30)

Jauhkan perjalanan (pengembaraan) :
“Wahai Pemelihara kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami” (34:19)

Memohon mendapatkan anak yang salih (baik):
“Wahai Pemeliharaku, berilah aku yang termasuk orang-orang salih.” (37:100)

Doa Nabi Sulaiman:
“Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku, dan berilah aku sebuah kerajaan seperti yang tidak dijatuhkan kepada sesiapa sesudah aku; sesungguhnya Engkaulah Yang Pemberi.” (38:35)

Doa para malaikat untuk orang bertaubat dan mengikuti jalan al-Qur’an:
“Wahai Pemelihara kami, Engkau merangkumi segala sesuatu dalam pengasihan dan pengetahuan; maka ampunilah orang-orang yang bertaubat, dan mengikuti jalan Engkau, dan lindungilah mereka daripada azab Jahim.
Wahai Pemelihara kami, dan masukkanlah mereka ke Taman Adn yang Engkau menjanjikan mereka dan orang-orang salih daripada bapa-bapa mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka; sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.
Dan lindungilah mereka daripada kejahatan-kejahatan ; sesiapa yang Engkau melindungi daripada kejahatan-kejahatan pada hari itu, kepadanya Engkau mengasihaninya; dan itulah kemenangan yang besar.” (40:7-9)

Ketika menaiki kenderaan:
“Dia disanjung, yang menundukkan ini untuk kami, dan kami sendiri tidak setanding dengannya, Sesungguhnya kepada Pemelihara kami, kami balik.” (43:13-14)

Doa ketika sampai usia 40 tahun:
“Wahai Pemeliharaku, sediakanlah aku supaya aku berterima kasih atas rahmat Engkau, yang dengannya Engkau merahmati aku dan bapa dan ibuku, dan supaya aku membuat kerja-kerja kebaikan yang memuaskan hati Engkau, dan betulkanlah aku, dan juga pada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau, dan aku termasuk orang-orang yang muslim (tunduk patuh).” (46:15)

Setelah dikalahkan:
“Aku dikalahkan; tolonglah aku!” (54:10)

Orang yang beriman kemudian:
“Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami, dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau meletakkan di dalam hati kami sebarang perasaan dendam terhadap orang-orang yang percaya. Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Engkau Lembut, Pengasih.” (59:10)

Tidak menjadi ujian bagi orang yang tidak percaya (kepada Allah dan Kitab-Nya), dan memohon ampun:
“Wahai Pemelihara kami, kepada Engkau kami mempercayakan; kepada Engkau kami berkesesalan; kepada Engkau kepulangan. Wahai Pemelihara kami, janganlah membuat kami satu ujian bagi orang-orang yang tidak percaya; dan ampunilah kami. Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.” (60:4-5)

Doa isteri Firaun yang beriman:
“Wahai Pemeliharaku, binalah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di Taman, dan selamatkanlah aku daripada Firaun dan amalannya, dan Engkau selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.” (66:11)

Doa Nabi Nuh:
“Wahai Pemeliharaku, janganlah meninggalkan di atas bumi orang-orang yang tidak percaya, walaupun seorang. Sesungguhnya jika Engkau meninggalkan mereka, mereka akan menyesatkan hamba-hamba- Mu, dan mereka tidak beranakkan, kecuali kejahatan yang berdegil dalam ketidakpercayaan.
Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku, dan ibu bapaku, dan sesiapa yang masuk ke rumahku sebagai seorang mukmin, dan orang-orang mukmin lelaki, dan orang-orang mukmin perempuan; dan janganlah Engkau menambahkan bagi orang-orang yang zalim, kecuali dalam kebinasaan!” (71:26-28)

Perlindungan daripada pelbagai kejahatan:
“Aku berlindung pada Pemelihara yang membelahkan (pada waktu dinihari), Daripada kejahatan apa yang Dia cipta, Daripada kejahatan kegelapan apabila ia gelap, Daripada kejahatan orang (perempuan) yang meniup pada ikatan, Daripada kejahatan pendengki apabila dia dengki.” (113:1-5)

Perlindungan daripada bisikan syaitan (jin dan manusia):
“Aku berlindung pada Pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, Daripada kejahatan pembisik yang menyelinap, Yang membisikkan di dalam dada manusia, Daripada jin dan manusia.” (114:1-5)

Halaman ini diakhiri dengan memuji Allah, berbunyi:
“Ya Allah, yang merajai kerajaan, Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau mengkehendaki, dan melucutkan kerajaan daripada siapa yang Engkau mengkehendaki, dan Engkau memuliakan siapa yang Engkau mengkehendaki, dan Engkau menghinakan siapa yang Engkau mengkehendaki. Di tangan Engkau yang baik; sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.
Engkau menjadikan malam memasuki ke dalam siang, dan Engkau menjadikan siang memasuki ke dalam malam, dan Engkau mengeluarkan yang hidup daripada yang mati, dan Engkau mengeluarkan yang mati daripada yang hidup, dan Engkau memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau mengkehendaki tanpa perhitungan. ” (3:26-27)

Wassalam..

Renung-renungkan dan selamat beramal ;)

1 comment July 20, 2008

Doa sewaktu bersujud dan Keistimewaannya

Assalamualaikum,

Ni sebenarnya tips doa dan kelebihannya untuk anda ketika mana sedang sujud menghadap Ilahi.

Semoga anda mendapat manfaat dari tips ini.

“Ya Allah..Berikanlah daku kekuatan untuk mengharungi, menahan cubaan dan dugaan dari Mu dengan penuh kesabaran…”

DOA SEWAKTU BERSUJUD DAN KEISTIMEWAANNYA

Sewaktu bersujud, kita berada amat hampir dengan Allah. Katakanlah apa sahaja di dalam hati hajat kita sebagaimana yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah s. a. w. yang biasa memanjangkan sujudnya dengan memperbanyakkan zikir dan doa didalamnya.

Sabda Rasulullah s. a. w :- “Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.” Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.

“Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, iman yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar.”

Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat.

Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya.

Rasulullah s. a. w biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud. Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam
sabdanya yang bermaksud:-

“Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat”

Mendengar itu para sahabat bertanya: “Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?”

Jawab baginda: “Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya?”

Sahabat Menjawab: “Bahkan !”

Rasulullah menyambung: “Kerana sesungguhnya pada hari itu (kiamat) muka umatku akan putih (berser-seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia), segala anggota mereka ( terutama anggota wudu’) putih berseri-seri oleh cahaya wudhu’ !!!”

KEISTIMEWAANNYA

Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:-

“Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan) kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah swt menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api neraka selain bekas sujud” Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud. Orang yang sujud
mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.

Wassalam.

“Tunjangkanlah resah mu di dada SOLAT, Himpunkan perit mu di genggaman DOA,
Tutupi kekecewaan mu dgn keTAQWAan dan Nilaikan kesucian hati mu dgn keIKHLASAN hati.”

KEBESARAN SOLAT 2 RAKAAT

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:

“Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.”

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. “Tidak”

Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. “Wahai Jibrail, ka! mu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang
seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.’ Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu.

Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.” Kemudian Jibrail as berkata: “Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan
kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?”

Lalu Allah berfirman yang bermak! sud. “Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma’waa sebagai tempat tinggal…” Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syura Ma’waa.

Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail a.s dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail a.s selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

“Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya?”

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. “Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meski! p! un aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engk! au miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat
Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan…..”

1. Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan… Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
* Allah S.W.T telah menyembunyikan ! (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.

Semoga kita mendapat berkat daripada ilmu ini. Wallahualam

Kalau Tiada menjadi Keberatan… sebarkan Ilmiah ini kepada saudara Muslim Muslimat yang lain agar menjadi renungan, peringatan dan pelajaran kepada kita semua, Insyallah.

*”Maut datang menjemput tak pernah bersahut, Malaikat datang menuntut untuk merenggut,
Manusia tak kuasa untuk berkata-kata, Allah Maha Kuasa atas syurga dan Neraka,
Terimalah habuanmu seadanya..”

Renung-renungkan dan Selamat beramal ;)

Add comment July 20, 2008

Kisah Rahsia Di Sebalik Solat Lima Waktu

Assalamualaikum.

Kita mungkin tidak menyedari bahawa solat itu mempunyai rahsianya,

Ali bin Abi Talib r.a berkata :
‘Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat muhajirin dan ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata : ‘ Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’

Lalu Rasullullah S.A.W. bersabda: ‘Silakan bertanya.’

Berkata orang Yahudi: ‘Sila terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.’

Sabda Rasullullah S.A.W.:
‘Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada tuhanNya,
Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi,
Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S., maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
Sembahyang Isya’ itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku.
Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.’

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: ‘Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang sembahyang.

Rasullullah S.A.W bersabda: ‘Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan, sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya wap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.’

Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: ‘Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’

Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud: ‘Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan, sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukimin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan. ‘

Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Sembahyang Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya’ berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.’

Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: ‘Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan iaitu:

1. Dibebaskan dari api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: ‘Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?’.

Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan diwaktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.’

Kata orang Yahudi: ‘Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.’

Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
5. Diringi baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.’

Kata orang Yahudi: ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.’

Sabda Rasullullah S.A.W.: ‘Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).’

Kata orang Yahudi: ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Allaa illaaha illallah, wa ashhadu annaa Muhammadar Rasuulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan yang kami sembah melainkan Allah dan engkau adalah utusan Allah).’

‘Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar.’

(Al-Baqarah : 155)

Renung-renungkan dan selamat beramal ;)

Add comment July 17, 2008

9 Mimpi Rasulullah

Assalamualaikum

Mimpi-mimpi Rasulullah.

Nabi Muhammad saw bersabda: “Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan.”

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, maka ia telah diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil memimpinnya ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita disekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-menderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukannya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH SAW, “SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT” Jangan terlalu fikirkan esok hari yang kita sendiri tak pasti samaada kita masih bernafas lagi atau tidak. Jangan difikirkan peristiwa lampau yg takkan dapat mengubah apa2 keadaan pun. Fikirlah apa yg kita hendak buat sekarang. Dan pasti kan apa yg kita buat utk hari ini adalah yg terbaik. Kerana perkara yg terbaik kita buat hari ini akan menghasilkan keputusan yg baik utk esok. Yang seterusnya menjadi kenangan manis untuk kita pada masa akan datang.”

Add comment July 12, 2008

Lebih Panjang

Suatu hari Rasulullah s.a.w. menghantar jenazah seorang sahabat sampai ke kubur. Apabila Baginda kembali, beliau singgah sebentar untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap sabar dan tawakkal menerima musibah itu.

Kemudian, Rasulullah s.a.w. berkata, “Tidakkah Allahyarham mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”

Si balu menjawab, “Aku mendengar dia mengatakan sesuatu di antara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal.”

“Apa yang dikatanya?”

“Aku tak tahu, ya Rasulullah, apakah ucapannya itu sekadar rintihan sebelum mati, atau pekikan pedih kerana dahsyatnya Sakaratul Maut. Cuma, ucapannya memang payah difahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”

“Bagaimana bunyinya?” desak Rasulullah s.a.w..

“Dia mengatakan andai kata lebih panjang lagi, andai kata masih baru, andai kata semuanya…, hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya.

Rasulullah s.a.w. tersenyum.

“Sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru. Suatu dia sedang bergegas untuk ke masjid untuk melaksanakan solat Jumaat. Di tengah jalan, dia berjumpa dengan seorang buta dengan tujuan yang sama. Maka, suamimu memimpinnya hingga sampai ke masjid. Tatkala, hendak menghembuskan nafas penghabisan, dia menyaksikan pahala amal solehnya itu, lalu dia pun berkata, “Andainya lebih panjang lagi.” Maksudnya, andai lebih panjang lagi, pasti pahalanya lebih besar pula.”

“Ucapan lainnya Ya Rasulullah?” Tanya si isteri mulai tertarik.

Rasulullah s.a.w. menjawab, “Adapun ucapan yang kedua dikatakannya,ketika dia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu dia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan dia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka, dia mengambil mantelnya yang lama, diberikan kepada lelaki itu. Dan mengambil mantelnya yang baru lalu dikenakan pada badannya sendiri. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga dia pun menyesal dan berkata, “

Cuba andaikan yang kuberikan padanya bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi.” Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

“Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya ya Rasulullah?” Tanya si isteri semakin hendak tahu.

Rasulullah s.a.w. menjelaskan, “Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membahagikan rotimu menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, dia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Kerananya, dia pun menyesal dan berkata, ” Kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak aku berikan separuh. Sebab andai kata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.”

Maksud Ayat 110 Surah al-Baqarah;

” Dan laksanakanlah solat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Moral: “Hakikatnya, memang itulah keadilan Alllah. Kalau kita berbuat baik, sebetulnya kita berbuat baik kepada diri kita sendiri. Dan kalau kita berbuat jahat, sebetulnya kita telah berbuat jahat kepada atas diri kita sendiri pula.”

Add comment July 12, 2008


Kalender

December 2009
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Kategori

Post Terkini

Link

RSS Feed Me

Spam Blocked

Blog Stats

SocialVibe


Tweet me